TANGERANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang melakukan Audiensi dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang bersama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang serta OPD terkait, di Ruang Sinergi Bappeda Kabupaten Tangerang, Kamis (28/07/2022).

Dalam kegiatan ini Universitas Muhammadiyah Tangerang ingin ikut berpartisipasi untuk pembangunan di Kabupaten Tangerang khususnya di sektor pendidikan, khususnya Fakultas Ekonomi dan Pariwisata ingin mengembangkan pendidikan di daerah pantura, ingin memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam RPJMD ada program khusus yang menjadi program unggulan gerakan membangun masyarakat dan pada saat ini fokus ada 5 lokasi yang akan dikembangkan mulai dari Tanjung Pasir, Paku Haji, Ketapang Mauk, Kemiri dan Kronjo.

Kurang lebih ada 15 desa yang menjadi fokus dalam kolaborasi antara kampus dengan OPD OPD untuk mengembangkan ekonomi ekonomi kreatif yang sesuai dengan potensi masing-masing desa atau kampung dalam pengembangan inovasi kampung kreatif.

Universitas Muhammadiyah Tangerang mengajukan permohonan lahan  seluas 5 hektar dalam rangka untuk pembangunan kampus yang dikhususkan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang dikhususkan di wilayah sekitar pesisir.

Ketapang mempunyai lahan kurang lebih 14,8 hektar yang terlibat bukan saja hanya pemerintah daerah tetapi ada pelibatan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat  dan bahkan dilibatkan dunia usaha swasta dan juga dilibatkan kelembagaan-kelembagaan baik masyarakat maupun kelembagaan-kelembagaan pendidikan  sehingga menjadi satu fokus kolaborasi pembangunan Kawasan Global Ketapang yang multi sektor dan multi lembaga.

Dinas Perikanan di Tanjung Pasir memiliki lahan 5 hektar merupakan tambak dan 198 hektar merupakan kawasan konservasi milik Perhutani. Di wilayah Kronjo kurang lebih ada 1,8 hektar daratan dan menjadi suatu lokasi fasilitas yang dikelola oleh Dinas Perikanan merupakan sebagai BPPT yang fungsinya sebagai pelatihan dan pendidikan di sektor perikanan.

Di daerah Kemiri ada 2 hektar yang awalnya difungsikan untuk tempat pelelangan ikan tetapi dalam hal ini ada kekurangan teknis yang tidak memungkinkan sehingga kurang efektif. Sebagaian tanah darat dan sebagian tanah tambak. Di wilayah Kemiri yang dikelola oleh Dinas Perikanan kurang lebih ada 8 hektar dan aset di Kota Tangerang kurang lebih sebesar 20 hektar yang merupakan lahan tambak.

Masih banyak tempat wisata di Kabupaten Tangerang yang belum terlegalisasi izin pengelola pariwisatanya. Masih banyak kampung tematik tetapi belum adanya lembaga kelompok sadar wisata (Porkdarwis) untuk mengembangkan destinasi wisata. Di Desa Dangdang Cisauk  ada bekas galian pasir yang tengahnya dijadikan taman bunga, ada 500 bunga di tengah danaunya yang jika mereka ingin beli itu harus melalui perahu yang dibayar sehingga bisa menjadi potensi wisata yang bisa dikembangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here