KICK OFF--Bappeda Kabupaten Tangerang bersama 20 Sekolah pilihan dan OPD terkait menggelar rapat 'Kick Off' Program Sekolah Kehati 2022.

TIGARAKSA — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang menggelar rapat persiapan pelaksanaan program Sekolah Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Tahun 2022, Rabu, 30 Maret 2022.

Rapat diikuti oleh 20 sekolah pilihan di Kabupaten Tangerang serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam program Sekolah Kehati.

Muhamad Nabawi mengatakan, rapat itu digelar sebagai Kick Off atau tanda dimulainya program Sekolah Kehati Tahun 2022 yang merupakan tahun ketiga sejak program ini diluncurkan pada tahun 2020 lalu.

“Rapat ini adalah Kick of tanda dimulainya program Sekolah Kehati Tahun 2022,” ucap Nabawi dihadapan peserta rapat

Dia mengungkapkan, pada tahun 2020 dan 2021 lalu sudah ada 43 sekolah yang terpilih dalam program Kehati.

Di tahun ketiga ini, lanjut dia, 20 sekolah terpilih untuk melaksanakan program yang menjadi bagian dari RPJMD yakni, Gerakan Sekolah Menyenangkan yang terus berkembang di Kabupaten Tangerang.

“Ini tahun ketiga Program Sekolah Kehati, tahun 2020 ada 13 sekolah percontohan, tahun 2021 30 sekolah, di tahun 2022 ada 20 sekolah, dan ini sekolah-sekolah pilihan,” jelasnya

Lebih lanjut dia menerangkan, rapat tersebut digelar dengan harapan sekolah maupun OPD terkait bisa bersinergi untuk menjalankan program Sekolah Kehati Tahun 2022.

Tujuannya, agar mekanisme pelaksanan program Kehati bisa dilakukan secara berdampingan antara pihak sekolah dengan tenaga ahli dan para mentor.

“Bagaimana nantinya siswa siswi bisa menanamkan penghijauan supaya lebih terarah oleh tenaga ahli dan mentor,” ujarnya

Dia juga mengatakan, bahwa program Sekolah Kehati bukan hanya soal penghijauan dengan bercocok tanam, lebih dari itu melalui program ini ada program yang lebih besar dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) salah satunya yakni sekolah Adiwiyata.

“Harapannya program Kehati ini bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang seperti Sanisek kurasaki, kemudian dari cleannya manjadi green,” pungkasnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here