Bappeda Kab. Tangerang menginisiasi Rapat Koordinasi “Rencana Aksi Pengembangan dan Pemanfaatan Sampah Makanan Dengan Maggot Black Soldier Fly Mendukung Ekonomi Sirkular Di Kabupaten Tangerang” yang dilaksanakan pada Selasa (09/11/2021), di aula Sinergi Bappeda Kab. Tangerang.

Bappeda mengundang berbagai elemen masyarakat sebagai pelaku usaha mikro pemanfaatan maggot, serta OPD pendukung seperti Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi & Usaha Mikro, Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan, dan juga Dinas Perindustrian & Perdagangan. Kolaborasi ini dilengkapi oleh Bapak Pandudamai Insani Taufiq selaku COO dari PT. Biomagg Indonesia dan Bapak Ichsan selaku Bussiness Advisor PT. Bina Karya PERSERO.

Secara tonase jumlah sampah Kabupaten Tangerang: 2.660 ton/hari. Program KIPPRAH memiliki komitmen dan upaya dalam mengurangi sampah yang terdapat di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Data sampah tersebut yang menjadi landasan pemanfaatan maggot dengan cara biokonversi ini.

Biokonversi adalah proses konversi sampah secara biologis yang memperkenalkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly dalam proses degradasi material sampah atau menjadi dekomposer (pengurai). Material sampah yang tidak berguna dan tidak terpakai dapat dirubah menjadi materi yang bernilai, baik ekonomis dan juga ramah lingkungan. Biokonversi ini dapat diterapkan di Kabupaten Tangerang di mana sampah makanan menjadi fokus utama. Proses ini diharapkan meningkatkan sektor ekonomi di tengah pandemik, yang sesuai pada konsep Ekonomi Sirkular.

Direncanakan pada kuartal ke IV tahun 2022 Kabupaten Tangerang dapat memiliki sentra bisnis maggot yang dapat menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang bersinergi dengan kawasan Agro-techno-polytan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here